Penambangan Pasir untuk Reklamasi Teluk Benoa Ditolak Warga

0
875

LOTIM, Pos Bali

Rencana penambangan pasir laut di perairan Labuhan Haji-Kwang  Wai oleh PT TWBI (Tirta Wahana Bali Internasional) mendapat penolakan dari sejumlah elemen  masyarakat yang menamakan diri Asosiasi
Pembudidaya Hasil Laut (ASPAHAL)-NTB dan Forum Masyarakat Pesisir kabupaten Lombok Timur. Kendati, Rencana perusahaan mengeruk pasir diduga untuk kebutuhan reklamasi Teluk Benoa di Bali dinilai akan membawa bencana bagi lingkungan, termasuk  mata pencaharian masyarakat sekitar pesisir pantai laut setempat.

Ketua Umum ASPAHAL NTB, Mahnan Rasuli kepada wartawan Kamis (12/3) mengungkapkan, masyarakat Lombok Timur khususnya pesisir sekitar lokasi rencana pengerukan pasir akan menolak aktifitas perusahaan. Pasalnya, akibat yang bisa ditimbulkan oleh penambangan pasir itu
jelas akan merusak lingkungan laut. Terlebih, masyarakat nelayan hanya menggangtungkan hidupnya dari pesisir laut setempat.

“Kami akan melakukan aksi jika perusahaan tidak memperhatikan tuntutan masyarakat pesisir,”katanya.

Terhadap rencana sosialisasi Amdal yang akan digelar perusahaan Jum’at (13/3) besok di lokasi penambangan, menurutnya, akan menjadi bencana baru bagi masyarakat. Karena yang diuntungkan hanyalah pihak Teluk Benoa dan perusahaan yang melakukan penambangan. Daerah dalam hal ini
akan menerima dampak buruk saja kedepannya. “Selain merusak lingkungan, masyarakat di sekitar lokasi juga akan menerima dampaknya juga. Tidak sekarang, tapi kedepannya,”ungkapnya.

Senada ketua ASPAHAL , Sekjen Forum Masyarakat Pesisir, Abdul Aziz, menyatakan tetap akan menolak rencana perusahaan yang ingin menambang pasir untuk kepentingan reklamasi Teluk Benoa Bali. “Kalau dibiarkan, sama saja akan memberangus mata pencaharian masyarakat nelayan tradisonal di sana,” tegasnya. “Jika perusahaan tidak memperhatikan tuntutan masyarakat, kami akan
mengggelar unjukrasa,” imbuhnya.

Berikut pernyataan sikap yang disampaikan oleh masyarakat melalui forum. Bahwa pada hari jum’at, tgl 13 maret PT. TIRTA WAHANA BALI INTERNASIONAL akan menggelar sosialisasi Penambangan pasir Laut yang rencananya di perairan Labuhan Haji-Kwang Wai terkait amdal. Kami menolak agenda tersebut dilaksanakan di Labuhan Haji setelah shalat Jum’at.  Bahwa Penambangan pasir laut tersebut dalam rangka Reklamasi Teluk Benoa di BALI juga ditolak. Bahwa dengan rencana tersebut dikhawatirkan akan merusak lingkungan laut seputar penambangan dan sekitarnya. Dan dikhawatirkan akan menghilangkan dan memberangus mata pencaharian nelayan tradisional yang jumlahnya ribuan. 034

CEVAP VER

Please enter your comment!
Please enter your name here