Global – Pos Bali Situs Web https://posbali.com Berita Seputar Bali Hari Ini Wed, 13 Feb 2019 10:06:14 +0000 tr-TR hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.13 Penambangan Pasir untuk Reklamasi Teluk Benoa Ditolak Warga https://posbali.com/2018/01/12/penambangan-pasir-untuk-reklamasi-teluk-benoa-ditolak-warga/ https://posbali.com/2018/01/12/penambangan-pasir-untuk-reklamasi-teluk-benoa-ditolak-warga/#respond Fri, 12 Jan 2018 14:52:04 +0000 https://posbali.com/?p=260 LOTIM, Pos Bali Situs Web

Rencana penambangan pasir laut di perairan Labuhan Haji-Kwang Wai oleh PT TWBI (Tirta Wahana Bali Internasional) mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat yang menamakan diri Asosiasi Pembudidaya Hasil Laut (ASPAHAL)-NTB dan Forum Masyarakat Pesisir kabupaten Lombok Timur. Kendati, Rencana perusahaan mengeruk pasir diduga untuk kebutuhan reklamasi Teluk Benoa di Bali dinilai akan membawa bencana bagi lingkungan, termasuk mata pencaharian masyarakat sekitar pesisir pantai laut setempat.

Ketua Umum ASPAHAL NTB, Mahnan Rasuli kepada wartawan Kamis (12/3) mengungkapkan, masyarakat Lombok Timur khususnya pesisir sekitar lokasi rencana pengerukan pasir akan menolak aktifitas perusahaan. Pasalnya, akibat yang bisa ditimbulkan oleh penambangan pasir itu
jelas akan merusak lingkungan laut. Terlebih, masyarakat nelayan hanya menggangtungkan hidupnya dari pesisir laut setempat.

“Kami akan melakukan aksi jika perusahaan tidak memperhatikan tuntutan masyarakat pesisir,”katanya.

Terhadap rencana sosialisasi Amdal yang akan digelar perusahaan Jum’at (13/3) besok di lokasi penambangan, menurutnya, akan menjadi bencana baru bagi masyarakat. Karena yang diuntungkan hanyalah pihak Teluk Benoa dan perusahaan yang melakukan penambangan. Daerah dalam hal ini
akan menerima dampak buruk saja kedepannya. “Selain merusak lingkungan, masyarakat di sekitar lokasi juga akan menerima dampaknya juga. Tidak sekarang, tapi kedepannya,”ungkapnya.

Senada ketua ASPAHAL , Sekjen Forum Masyarakat Pesisir, Abdul Aziz, menyatakan tetap akan menolak rencana perusahaan yang ingin menambang pasir untuk kepentingan reklamasi Teluk Benoa Bali. “Kalau dibiarkan, sama saja akan memberangus mata pencaharian masyarakat nelayan tradisonal di sana,” tegasnya. “Jika perusahaan tidak memperhatikan tuntutan masyarakat, kami akan
mengggelar unjukrasa,” imbuhnya.

Berikut pernyataan sikap yang disampaikan oleh masyarakat melalui forum. Bahwa pada hari jum’at, tgl 13 maret PT. TIRTA WAHANA BALI INTERNASIONAL akan menggelar sosialisasi Penambangan pasir Laut yang rencananya di perairan Labuhan Haji-Kwang Wai terkait amdal. Kami menolak agenda tersebut dilaksanakan di Labuhan Haji setelah shalat Jum’at.  Bahwa Penambangan pasir laut tersebut dalam rangka Reklamasi Teluk Benoa di BALI juga ditolak. Bahwa dengan rencana tersebut dikhawatirkan akan merusak lingkungan laut seputar penambangan dan sekitarnya. Dan dikhawatirkan akan menghilangkan dan memberangus mata pencaharian nelayan tradisional yang jumlahnya ribuan. 034

]]>
https://posbali.com/2018/01/12/penambangan-pasir-untuk-reklamasi-teluk-benoa-ditolak-warga/feed/ 0
Gaya Penggalangan di Harian Bali Post https://posbali.com/2015/02/01/gaya-penggalangan-dana/ https://posbali.com/2015/02/01/gaya-penggalangan-dana/#respond Sun, 01 Feb 2015 12:19:12 +0000 https://posbali.com/?p=269 Kampanye Jokowi Mirip Obama

JAKARTA, Pos Bali Com – Setelah mendapatkan nomor urut sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden, pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla langsung melakukan manuver ke beberapa daerah di Indonesia. Namun, selain melakukan safari kampanye keliling Indonesia, para relawan dan pedukung pasangan ini juga telah memberikan sumbangan dana kampanye untuk mensukseskan ‘promosi’ pasangan ini ke masyarakat.

Penggalangan dana kampanye dilakukan pihak Jokowi-JK dengan membuka tiga akun rekening di sejumlah bank Indonesia. Ratusan pendukung pun sejak Senin (2/6) ini telah beramai-ramai menyumbangkan beberapa rupiah ala kadarnya untuk mendukung capres pilihan mereka.

Namun, belakangan penggalangan dana kampanye milik Jokowi-JK ini terlihat mirip dengan penggalangan dana kampanye yang dilakukan oleh Presiden AS, Barack Obama saat melaksanakan kampanye untuk pemilihan presiden AS pada 2012 lalu. Pada saat itu, Obama berhasil menggalang dana sebesar 1,2 miliar Dolar yang merupakan rekor pada sejarah pemilihan presiden di AS.

Pada saat itu, tim sukses Obama mengklaim telah menerima dana sumbangan dari 40 juta orang pendukung Presiden kulit hitam pertama AS ini. Dari sumbangan perorangan saja, Obama pada saat itu berhasil meraup 715 juta Dolar AS, mengalahkan pesaingnya, Mitt Romney dengan perolehan sumbangan dana kampanye sebesar 443 juta Dolar AS.

Sebagaimana dilansir laman detik.com Selasa kemarin, penggalangan dana kampanye ala Obama dilakukan dengan berbagai cara. Even penggalangan dana merupakan hal pertama yang dilakukan Obama dan tim suksesnya. Tak hanya melakukan makan malam mewah dengan beberapa orang penting saja, namun Obama juga melakukan pertemuan santai dengan masyarakat AS di seluruh negara bagian. Pada saat itu total 220 acara penggalangan dana telah dilakukan oleh Obama.

Hal yang sama ternyata juga dilakukan Jokowi. Tak lama setelah melakukan pengambilan nomor urut capres di KPU, Jokowi bersama JK pada Senin (2/6) langsung terbang ke Yogyakarta untuk menemui ratusan ulama dari beberapa daerah di Pondok Pesantren Roudhatul Thulab Dusun Wonosari, Desa Prajeksari Kecamatan Tempuran. Tak lama, pasangan ini juga diterima Sri Sultan HB X di Keraton Yogyakarta. Selain menemui orang-orang penting, Jokowi langsung ‘blusukan’ ke sepanjang Jalan Malioboro dan Pasar Bringharjo untuk langsung berinteraksi dengan para pendukungnya.

Selain even ‘blusukan’, Obama dan tim sukses menggalang dana melalui media sosial, situs resmi kampanye, dan email. Setiap minggu, Obama mengimbau papa pendukung untuk melakukan sumbangan melalui beberapa fasilitas yang telah disediakan. Untuk penggalangan dana di dunia maya saja, Obama berhasil mengumpulkan 10 juta Dolar AS.

Dalam hal ini, Jokowi mungkin sedikit berbeda. Ada 3 rekening dana kampanye yang telah dibuka tim Jokowi-JK untuk menghimpun dana kampanye. Hingga hari ini saja, rekening dana kampanye pasangan ini telah mengumpulkan Rp 2 miliar dalam waktu beberapa hari saja. Namun, bukan tidak mungkin penggalangan dana melalui media sosial akan dilakukan timses Jokowi-JK, mengingat banyaknya pendukung pasangan Capres ini yang berasal dari kalangan muda ‘melek internet’.

Keunikan penggalangan dana yang dilakukan Obama bersama tim suksesnya memang berhasil menghimpun kekuatan individu, ketimbang Romney yang pada saat itu mendapatkan sumbangan dana kampanye kebanyakan dari institusi dan beberapa perusahaan. Sejak menjabat sebagai gubernur DKI, Jokowi pun telah melakukan blusukan dalam rangka menghimpun dukungan secara individu dengan cara bertatap muka langsung dengan masyarakat dari semua kalangan. */net

]]>
https://posbali.com/2015/02/01/gaya-penggalangan-dana/feed/ 0